EGO

Suatu sore di taman bermain, Bejo, seorang anak berumur 8 tahun dan tampak lugu, sedang bermain bersama anak-anak lain yang berusia lebih tua. Karena tampang Bejo yang lugu, anak-anak tersebut berniat mempermainkan Bejo. Mereka menawarkan pada Bejo untuk memilih salah satu keping uang logam Rp.1000 dan Rp.500. Kedua keping uang tersebut sama-sama berwarna abu-abu, namun ukuran uang Rp.500 lebih besar dan tebal dibanding uang Rp.1000.

Setelah berpikir sebentar, Bejo memutuskan untuk mengambil keping uang Rp.500 dibanding keping uang Rp.1000. Anak-anak lain yang melihat tindakan Bejo seketika tertawa terpingkal-pingkal. Sesuai perkiraan mereka, Bejo mengambil keping dengan ukuran yang lebih besar, bukan keping dengan nilai yang lebih besar. Karena menganggap hal ini lucu, keesokan harinya, anak-anak tersebut membawa teman lebih banyak lagi untuk melihat apa yang terjadi hari sebelumnya.

Ketika dihadapkan pada pilihan yang sama yaitu uang logam Rp.500 dan Rp.1000, Bejo tetap pada pendiriannya dengan memilih keping uang Rp.500. Anak-anak yang baru datang juga ikut terbahak-bahak melihat pilihan Bejo. Setiap hari mereka mengulangi permainan itu sekedar untuk menertawakan Bejo atas kebodohannya. Sampai suatu hari, ada seorang dewasa yang melihat kejadian tersebut dan merasa kasihan pada Bejo. Dia memanggil Bejo setelah waktu bermain. [Continue reading]